SIAPA ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA?

0
28

SIAPA ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA?

Ini cerita tentang seorang bocah yang hendak membelah papan dengan kekuatan telapak kakinya! Namun mari kita alihkan perhatian sejenak dari si bocah, dan lihatlah bagaimana sang guru beladiri itu mendidik muridnya tentang kepercayaan diri.

Si bocah yang malang itu terjatuh pada tendangan pertama! Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang gurunya, seorang pendidik yang terus memberi semangat untuk bangkit kembali.

Dalam keadaan semakin terpojok, dan gagal pada tendangan kedua dan ketiga kalinya, bocah mungil itu mulai menangis. Alih-alih merasa iba dan menghentikan latihan, gurunya justru semakin meyakinkan bahwa ia pasti bisa.

Tak hanya guru, teman-teman di sekelilingnya juga meneriakkan namanya. Mereka semua bersorak membakar kemauan si bocah agar mencobanya sekali lagi.

Maka dalam keadaan menangis ia melayangkan tendangan keempat dan masih tetap gagal. Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang orang-orang di sekelilingnya.

Mereka yang tak lelah meledakkan keberanian si bocah. Mereka yang sungguh-sungguh menginginkan agar ia mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga batas tertinggi.

Dalam lingkungan seperti itu, tentu si bocah mendapat energi baru untuk kembali mencoba. Ia bukan orang dewasa yang mengerti prinsip Never Give Up. Ia hanya seorang anak kecil. Keberanian itu semata-mata ia peroleh dari sekelilingnya.

Akhirnya tendangan kelimanya semakin kuat, dan ia mencoba lagi dengan kekuatan yang lebih tinggi pada tendangan keenam, hingga papan itupun terbelah dua!

Si bocah berhasil! Dua keberhasilan sekaligus, membelah papan dan mengalahkan rasa tidak percaya dirinya. Tetapi ini bukan tentang dia, melainkan tentang lingkungannya.

Yaitu mereka yang berteriak gembira menyambut kemenangan si bocah. Yaitu mereka yang berhamburan memberi pelukan erat, seolah-olah mereka lebih bahagia melihat keberhasilan tersebut melebihi kebahagiaan si bocah.

Baca Juga:  Jokowi Teken Perpres, Iuran BPJS di Semua Kelas Naik Mulai 2020

Kini kita harus percaya, bahwa lingkungan membentuk kita. Jika kita berada di tengah-tengah orang yang positif, hidup kita akan ikut terdorong lebih tinggi. Presenter termahal dunia, Oprah Winfrey, pernah berkata,

“Surround yourself with only people who are going to lift you higher.”

(Kelilingi diri Anda hanya dengan mereka yang mengangkat Anda tinggi-tinggi)

Jauh sebelum nasihat di atas, seorang ulama tabi’in telah mengingatkan agar jangan remehkan pengaruh lingkungan. Beliau adalah Al-Imam Malik bin Dinar yang berwasiat,

وَصَاحِبْ خِيَارَ النَّاسِ تَنْجُ مُسْلِماً
وَصَاحِبْ شَـرَّارَ النَّاسِ يَوْماً فَتَنْدَمَا

“Bergaullah dengan orang-orang yang baik, niscaya engkau akan menjadi seorang yang selamat. Namun cobalah sehari saja engkau bergaul dengan orang-orang yang tidak baik, niscaya engkau akan menyesal (selamanya).”

Tak ada pilihan lain, kita memang harus memilih agar dikelilingi oleh orang-orang yang positif dalam hidup ini. Tak hanya sampai di sini, kita juga harus mencipta lingkungan yang positif bagi anak-anak tercinta.

Salam Sukses

Belum ada peringkat.

Berikan rating untuk post ini ?